LANGKAT – MEDAN EKSPOS| Kekhawatiran berkembang di kalangan warga Binjai setelah seorang perempuan dengan nama samaran Nisa mengaku telah lama mendapatkan tekanan, teror, hingga ancaman fisik dari seorang pria bernama Apriansyah alias Aseng, yang juga disebut sebagai kader Partai Perindo di Kota Medan. Mengingat tingkah laku yang dianggap mengganggu ketenangan masyarakat, Dewan Pengurus Cabang (DPC) LSM KPK RI telah mengeluarkan desakan tegas agar Polda Sumatera Utara (Poldasu) segera mengambil langkah konkrit dengan menangkap oknum tersebut.
Dalam sebuah temu wicara dengan kru Medan Ekspos, Nisa yang memilih tidak mengungkapkan identitas sebenarnya karena rasa takut, menceritakan kronologi perlakuan yang dia alami dari Apriansyah selama beberapa waktu terakhir. Wanita yang tinggal di wilayah Binjai tersebut mengaku awalnya mengenal Aseng hanya sebagai teman biasa, namun kemudian sikap pria yang bertempat tinggal di Jalan Perumahan Marendal Medan tersebut berubah menjadi tidak mengenakkan.
“Sudah berkali-kali saya diteror olehnya, bahkan sering mendapatkan ancaman yang membuat saya merasa tidak aman. Kalau saya menolak atau menyatakan ketidaksetujuan, dia akan berkata, ‘Kamu jangan macam-macam sama saya dek, nanti kamu tahu akibatnya kalau berani melawan sama saya’,” ucap Nisa dengan nada suara yang menggigil saat mengingat setiap kata ancaman yang diucapkan Aseng.
Tak hanya Nisa, salah satu kerabat dekatnya yang menggunakan nama samaran Mawar juga mengaku menjadi kasus serupa dan bahkan pernah menjadi target ancaman dari pria yang sudah memiliki istri tersebut. Mawar mengungkapkan bahwa dirinya juga merasa tertekan dan sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena rasa takut yang terus mengganggunya.
“Saya juga pernah mendengarnya mengancam dengan kata-kata yang sangat mengerikan, ‘Nanti kamu saya habisin’,” kata Mawar kepada kru media. “Saya merasa tidak tenang sama sekali, mau kerja atau hanya keluar rumah saja jadi takut. Padahal kita tidak pernah melakukan kesalahan apa-apa terhadapnya.”
Menurut keterangan Nisa, dia tidak mengetahui dengan pasti apa yang menjadi alasan Apriansyah melakukan tindakan tersebut. Beberapa pihak menduga bahwa hal ini mungkin terkait dengan perasaan yang tidak diterima dari Aseng kepada Nisa, namun hal tersebut langsung disangkal oleh korban.
“Saya tidak tahu apakah dia merasa suka kepada saya atau tidak, tapi yang jelas saya tidak memiliki perasaan sama sekali terhadapnya. Selain itu, dia sudah memiliki istri dan keluarga sendiri, jadi saya merasa sangat muak dengan tingkah lakunya yang terus mengganggu saya,” jelas Nisa dengan tegas.
Dalam kesempatan tersebut, Nisa juga mengungkapkan harapannya kepada aparat kepolisian agar segera mengambil tindakan hukum terhadap Apriansyah alias Aseng. Ia berharap bahwa dengan penindakan yang tegas, tidak akan ada lagi warga lain yang harus merasakan kekhawatiran dan ketakutan seperti yang dia alami selama ini.
“Saya mohon sekali kepada pihak kepolisian untuk segera menangkapnya. Jangan sampai ada lagi orang lain yang harus merasakan hal yang sama dengan saya. Orang seperti dia tidak boleh dibiarkan terus meresahkan masyarakat,” pinta Nisa.
Merespons laporan yang masuk, Ketua DPC LSM KPK RI untuk wilayah Sumatera Utara menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kasus yang terjadi dan akan terus mengawal proses penanganannya oleh aparat terkait. Menurutnya, setiap warga memiliki hak untuk hidup dengan aman dan nyaman tanpa harus takut akan ancaman atau teror dari siapapun, termasuk dari mereka yang menyatakan diri sebagai kader organisasi atau partai politik.
“Kita tidak bisa mentolerir tindakan yang mengganggu keamanan dan ketenangan masyarakat, terutama jika dilakukan oleh seseorang yang menyatakan diri sebagai bagian dari struktur organisasi atau partai politik. Oleh karena itu, kami dengan tegas mendesak Poldasu untuk segera melakukan penyelidikan mendalam dan mengambil langkah penindakan yang sesuai dengan hukum,” ujar Ketua DPC LSM KPK RI tersebut.
Sampai saat ini, pihak Poldasu belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan tersebut, Kasus ini juga mengundang perhatian dari berbagai elemen masyarakat yang menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, serta menuntut agar setiap individu yang berada dalam struktur organisasi atau partai politik bisa menjadi contoh positif bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Banyak pihak berharap bahwa penanganan kasus ini bisa menjadi contoh bahwa tidak ada satu pun orang yang di atas hukum, serta menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus serupa di masa depan.
• RED/ Tim Medeks












