Rehabilitasi Ruang Belajar SDN Negeri dan SMP negeri 3 Langkat Tak kunjung selesai,aktivitas belajar siswa terganggu.

LANGKAT – MEDEKS .COM     Proses rehabilitasi ruang belajar di SD Negeri 057767 dan SMP Negeri 3 Bukit Kapal, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, propinsi Sumatera Utara, hingga kini belum juga selesai. Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas belajar-mengajar siswa dan guru di kedua sekolah.

Pantauan di lapangan menunjukkan bangunan sekolah masih dalam tahap perbaikan, meski seharusnya proyek tersebut rampung pada akhir Desember 2025. Rehabilitasi ruang belajar itu diketahui bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Langkat Tahun 2025 dengan masa pengerjaan selama 60 hari kalender.

Namun, memasuki Januari hingga Februari 2026, pekerjaan masih terus berlangsung. Kondisi ini memicu keluhan dari warga dan orang tua siswa. Seorang warga Desa Pematang Tengah mengatakan keterlambatan pengerjaan sangat mengganggu kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

“Bangunan masih diperbaiki sampai sekarang, padahal jadwalnya sudah lewat. Ini jelas mengganggu siswa dan guru yang mengajar,” ujar warga tersebut, Rabu (21/1/2026), seraya meminta namanya tidak disebutkan.

Ia juga mempertanyakan alasan keterlambatan tersebut. Menurutnya, sepanjang tahun 2025 lalu wilayah desa tidak dilanda banjir besar yang bisa dijadikan alasan lambannya pekerjaan. Kondisi serupa, kata dia, tidak hanya dialami siswa SD, tetapi juga dirasakan oleh siswa SMPN 3 Bukit Kapal.

Ruang belajar siswa SDN 057767 Bukit Kapal, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat propinsi sumatera utara

Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Langkat khususnya Kadis pendidikan kabupaten langkat.turun tangan dan mengambil langkah tegas agar rehabilitasi kedua sekolah tersebut segera diselesaikan. Mereka menilai, keterlambatan yang berlarut-larut berpotensi mengganggu konsentrasi dan kenyamanan pelajar dalam menimba ilmu.

Sebelumnya, Kepala SDN setempat yang berinisial A menjelaskan bahwa keterlambatan rehabilitasi disebabkan oleh banjir yang terjadi pada November 2025 lalu. Banjir tersebut, menurutnya, menghambat distribusi bahan material bangunan menuju lokasi sekolah.

“Material bangunan mengalami kendala pengiriman karena kondisi jalan dan angkutan darat. Bahan-bahan itu dibawa dari Stabat, sehingga prosesnya menjadi lambat,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon.

Ia menegaskan pihak rekanan telah berupaya mempercepat pengerjaan agar rehabilitasi ruang belajar segera selesai dan dapat kembali digunakan secara normal oleh para siswa.

* (Agus)

Tinggalkan Balasan

Resort Wear

PASANG IKLAN DI

RESORT WEAR