Langkat, MEDAN EKSPOS |Ketua LSM KPK-RI Kabupaten Langkat, Agus Salim didampingi bendahara LSM KPK RI kab Langkat melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 050737 Jalan Terusan, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Warga setempat curiga dana tersebut tidak tepat sasaran, terbukti dari kondisi asbes atap ruang kelas yang masih banyak rusak.
Tim Media MEDAN EKSPOS COM. menyambangi sekolah untuk mengonfirmasi langsung kepada kepala sekolah. Saat ditemui, oknum kepala sekolah mengaku memimpin sekolah dengan 150 siswa selama sekitar dua tahun. Ia menunjukkan plang rincian dana BOS tahun anggaran 2024 di ruang belakang, tetapi mengakui belum membuat plang untuk tahun 2025 karena “lupa” dan dana BOS 2026 belum cair.
Ketika kru media hendak memotret kondisi asbes rusak di ruang kelas belakang, oknum kepala sekolah marah besar. “Jangan difoto Foto, Saya tidak izinkan wartawan manapun untuk foto sekolah saya, Biar tahu kalian sama saya! ujar oknum kepsek kepada kru media.saya punya saudara penyidik KPK orang Tanjung Pura,” ancamnya.Ia juga mengklaim kenal Kadis Pendidikan Langkat Ilham Bangun ST. sebagai Kerabat dekat, serta berbagai pejabat di Lingkungan Pemda Langkat saya juga kenal semua.termasuk penyidik KPK dari Tanjung Pura.dengan lantangnya oknum kepala sekolah mengatakan kepada kru media!
Kondisi ini memicu kecaman dari DPC LSM KPK RI Kabupaten Langkat, Ketua Agus Salim didampingi Sekretaris Joni, Hasan Ambran sebagai bendahara, mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat dan Polres Langkat segera panggil dan periksa oknum kepala sekolah SDN 050737. “Diduga ada korupsi dana BOS selama ini. Aparat hukum harus bertindak tegas untuk transparansi dan akuntabilitas,” tegas Agus Salim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan aparat penegak hukum belum memberikan tanggapan resmi. Pengawasan dana BOS perlu ditingkatkan untuk mencegah penyimpangan serupa di daerah.
(/Red/Tim)











