Langkat, MEDAN EKSPOS,COM
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM KPK RI Kabupaten Langkat mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Polda Sumut segera panggil dan periksa Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babalan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, atas dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).08/08/2026
Desakan ini muncul setelah temuan tim media yang mengonfirmasi keluhan warga bahwa oknum kepala sekolah jarang hadir di sekolah. Saat disambangi kru media di lokasi sekolah Jalan Pendidikan Pelawi Utara, kecamatan berandan kabupaten Langkat propinsi sumatera Utara. sekuriti mengakui, “Beliau hari ini tidak masuk, Bang! Coba besok kemari lagi, mana tahu masuk beliau bang!
“Beberapa hari kemudian, kunjungan ulang masih nihil.dsm kami susah sekali untuk berjumpa dengan oknum kepala sekolah.Sekuriti kembali menyatakan, “Setahu saya belum masuk.” Tim media pun bertemu guru piket yang enggan disebut namanya. “Kepala sekolah memang jarang masuk, sesuai keluhan warga,” ujarnya. Guru tersebut menambahkan, sekolah memiliki lebih kurang jumlah siswa sekitar 845 siswa, namun rincian penggunaan Dana BOS hingga kini belum juga dibuat. “Setahu saya, plank rincian Dana BOS belum dibuat oleh kepala sekolah,” katanya.
Guru itu juga mengonfirmasi masa jabatan Kepala Sekolah Tukiman yang telah memimpin hampir lima tahun lebih. Saat ditanya salah satu guru yang tidak mau menyebutkan namanya kepada kru media. soal apa apa saja yang dibeli buat kebutuhan sekolah dari dana bos Bu!?
Ia menjawab, “Saya tidak tahu menahu. Itu urusan kepala sekolah, saya tidak mau campuri tentang dana bos bang! Kata oknum guru yang tidak mau menyebutkan namanya kepada kru media.
“Ketua DPC LSM KPK RI Langkat, Agus Salim, didampingi Kabid investigasi Anwar Nasution dan Bendahara Hasan Ambran, menyerukan tindakan cepat aparat penegak hukum. “Kejatisu dan Poldasu harus segera panggil dan periksa oknum kepala sekolah SMPN 1 Babalan. Dugaan Korupsi Dana BOS
Selama oknum kepala sekolah menjabat tidak tepat sasaran dalam penggunaannya.
tegas! Agus
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan kepala sekolah belum memberikan konfirmasi resmi terkait tudingan tersebut. (Tim/Red/)















