Tapanuli Tengah.Medanekspos.id – Nelayan Kelurahan Sosor Gadong, Kabupaten Tapanuli Tengah, mengaku resah dengan aktivitas tambak udang di wilayah mereka yang diduga membuang limbah tanpa proses pengolahan.
Warga khawatir limbah yang tidak dikelola dengan baik mencemari lingkungan laut. Akibatnya kualitas air menurun, biota laut mati massal, dan masyarakat terdampak gangguan kesehatan seperti iritasi kulit serta gangguan pernapasan akibat bau menyengat.
Beberapa dampak limbah tambak udang yang dikeluhkan nelayan antara lain penurunan oksigen terlarut akibat sisa pakan dan kotoran udang yang menumpuk. Kondisi ini membahayakan organisme akuatik lain di perairan sekitar.
Selain itu, kandungan amonia dan nitrogen yang tinggi memicu eutrofikasi atau blooming alga. Ledakan pertumbuhan alga ini menutupi permukaan air dan menghalangi masuknya sinar matahari.
Pembuangan limbah langsung ke laut juga dinilai merusak ekosistem pesisir, termasuk terumbu karang dan padang lamun, serta mengganggu habitat alami di sekitar.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Kabid Togu Hutajulu mengatakan tambak udang di Kelurahan Sosor Gadong sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berdasarkan laporan pengusaha.
Namun ia mengakui pihaknya belum pernah mengecek langsung ke lokasi untuk memastikan IPAL dijalankan dengan benar.
“Belum adanya pegawai yang membidangi pengawasan mutu limbah tambak udang yang bersertifikat,” ujar Togu.
Ia menambahkan Dinas Lingkungan Hidup akan segera turun melakukan pengecekan terkait laporan masyarakat soal pembuangan limbah ke laut tanpa proses IPAL.
(budi)




