Langkat. – MEDAN EKSPOS. ID |Dugaan penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat,propinsi Sumatera Utara, mencuat setelah warga melaporkan ketidaktepatan sasaran penggunaan anggaran dana bos tersebut.
Tim MEDAN EKSPOS.COM melakukan kunjungan langsung ke sekolah pada hari Sabtu (04/04/2026). Saat dikonfirmasi, oknum Kepala sekolah mengaku sekolah memiliki sekitar 253 siswa. Namun, ia mengakui belum menyusun plank rincian dana BOS dengan alasan saya lupa bang buatnya? meski hal itu berpotensi menimbulkan sanksi administratif.
Pertanyaan kru media soal pungutan SPP bulanan sebesar Rp 50.000 per-siswa juga dijawabnya! Yang lebih mencurigakan, oknum Kepala sekolah mengatakan saya tidak takut ABG beritakan besar besar dan oknum Kasek mengatakan Kepada kru media ketua yayasan kami tidak perlu bermitra kepada rekan wartawan ujar! oknum kepsek mengatakan kepada kru media langsung kru media mengatakan mengapa Ketua yayasan tidak mau bermitra sama rekan wartawan bu.karena kami sudah ada medsos bang! dan kami gak perlu bermitra sama rekan rekan wartawan.ujar oknum kepsek mengatakan kepada kru media. Langsung oknum kepsek terdiam saat ditanya soal kondisi atap asbes yang masih rusak parah, padahal dana BOS seharusnya dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur sekolah.
Ketua DPC LSM KPK RI, Agus Salim, didampingi bendahara Hasan Ambran mengecam keras dugaan korupsi ini. Mereka mendesak Kejaksaan tinggi sumatera Utara
KejaTisu) dan Poldasu Sumut segera memanggil serta memeriksa oknum kepala sekolah Islam terpadu Al hikmah YPI jati jajar beserta ketua yayasan untuk segera di proses hukum lebih lanjut.” Dana BOS harus transparan dan tepat sasaran untuk kesejahteraan siswa. Aparat penegak hukum wajib bertindak cepat,” tegas Agus Salim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan aparat hukum belum memberikan tanggapan resmi. Pengawasan dana publik seperti BOS terus menjadi sorotan untuk mencegah dugaan praktik korupsi di lembaga pendidikan khususnya kabupaten Langkat selama ini
•(/Red/Tim












