LANGKAT – MEDAN EKSPOS. ID | Pajak baru stabat sudah tidak nyaman lagi para ibu ibu untuk berbelanja.kebutuhan rumah tangga dikarenakan jalan mau menuju kejalan pajak baru Stabat setiap hari setiap hari macat dikarenakan berjamur pedagang berjualan seperti buah buahan,ikan sungai dan ikan laut ,ayam potong dan banyaknya pedagang yang jualan dipinggir bahu jalan sampai sampai melewatin batas jalan. Ketika tim media mewawancarai salah satu pedagang kaki lima yang berjualan diatas trotoar.ibu jualan disini bayar sama Pemda apa sama oknum preman Bu! Ibu itu mengatakan kami bayar sama oknum preman bang! yang bernama inisial siir dan uck Bgu.
Kalau setahun kami bayar sekitar 6 juta sampai 8 juta sama oknum preman itu bang! Berapa kios yang dikutip oleh oknum preman tersebut.Kami juga heran bang!.kok bisa oknum preman itu yang mengutip sewa lapak ujar! ibu pedagang yang sudah lama berjualan dipinggir jalan yang tidak mau disebutkan namanya kepada kru media.ketika kami berkeliling menanyakan salah satu tokoh pemuda yang sudah sesepuh yang pernah ikut membangun pajak baru Stabat yang bernama Ramli husin.mengatakan itu lahan yang dikelola oknum siir dan Ucok begu dipinggir jalan pajak baru stabat itu masih tanah haji Husin orang tua dari ramli.
Pihak keluarga dari ramli Husin minta Pemda Langkat memangil oknum yang bernama siir dan Ucok begu dan
menegur keras jangan sampai ada kegaduhan antara oknum yang selama ini menguasai lahan milik keluarga haji husin.pemda Langkat harus segera bertindak tegas terhadap oknum preman yang diduga ingin menguasai lahan haji Husin selama ini.(Red/tim)














